Rabu, 25 April 2012

Laku.com (PERJUANGAN SEORANG AYAH)

 
KISAH INSUPERATIF Ayah Menggendong Mayat Anaknya Dari RSCM Ke Bogor Karena Tak Mampu Bayar Ambulan !! Terjadi Di Jakarta !!!, Ayah Menggendong Mayat Anaknya Dari RSCM Ke Bogor Karena Tak Mampu Bayar Ambulan !! Penumpang kereta rel listrik (krl) jurusan Jakarta – Bogor pun geger Minggu (5/6). Sebab, mereka tahu bahwa seorang pemulung bernama Supriono (38 thn) tengah menggendong mayat anak, khaerunisa (3 thn). Supriono akan memakamkan si kecil di kampung Kramat, Bogor dengan menggunakan jasa krl. Tapi di stasiun tebet, supriono dipaksa turun dari kereta, lantas dibawa ke kantor polisi karena dicurigai si anak adalah korban kejahatan.

Tapi di kantor polisi, Supriono mengatakan si anak tewas karena penyakit muntaber. Polisi belum langsung percaya dan memaksa supriono membawa jenazah itu ke RSCM untuk diautopsi. Di RSCM, Supriono menjelaskan bahwa khaerunisa sudah empat hari terserang muntaber. Dia sudah membawa khaerunisa untuk berobat ke puskesmas kecamatan setiabudi.

Saya hanya sekali bawa khaerunisa ke puskesmas, saya tidak punya uang untuk membawanya lagi ke puskesmas, meski biaya hanya rp 4.000,- saya hanya pemulung kardus, gelas dan botol plastik yang penghasilannya hanya rp 10.000,- per hari. Ujar bapak 2 anak yang mengaku tinggal di kolong perlintasan rel ka di cikini itu.

Supriono hanya bisa berharap Khaerunisa sembuh dengan sendirinya. Selama sakit khaerunisa terkadang masih mengikuti ayah dan kakaknya, muriski saleh (6 thn), untuk memulung kardus di manggarai hingga salemba, meski hanya terbaring digerobak ayahnya. Karena tidak kuasa melawan penyakitnya, akhirnya khaerunisa menghembuskan nafas terakhirnya pada Minggu (5/6) pukul 07.00. Khaerunisa meninggal di depan sang ayah, dengan terbaring di dalam gerobak yang kotor itu, di sela-sela kardus yang bau.

Tak ada siapa-siapa, kecuali sang bapak dan kakaknya. Supriono dan muriski termangu. Uang di saku tinggal rp 6.000,- tak mungkin cukup beli kain kafan untuk membungkus mayat si kecil dengan layak, apalagi sampai harus menyewa ambulans. Khaerunisa masih terbaring di gerobak. Supriono mengajak musriki berjalan menyorong gerobak berisikan mayat itu dari manggarai hingga ke stasiun tebet, supriono berniat menguburkan anaknya di kampong pemulung di kramat, bogor. Ia berharap di sana mendapatkan bantuan dari sesama pemulung.

Pukul 10.00 yang mulai terik, gerobak mayat itu tiba di stasiun tebet. Yang tersisa hanyalah sarung kucel yang kemudian dipakai membungkus jenazah si kecil. Kepala mayat anak yang dicinta itu dibiarkan terbuka, biar orang tak tahu kalau khaerunisa sudah menghadap sang khalik. Dengan menggandeng si sulung yang berusia 6 thn, Supriono menggendong Khaerunisa menuju stasiun. Ketika krl jurusan bogor datang, tiba-tiba seorang pedagang menghampiri supriono dan menanyakan anaknya.

Lalu dijelaskan oleh Supriono bahwa anaknya telah meninggal dan akan dibawa ke Bogor spontan penumpang krl yang mendengar penjelasan supriono langsung berkerumun dan supriono langsung dibawa ke kantor polisi Tebet. Polisi menyuruh agar supriono membawa anaknya ke RSCM dengan menumpang ambulans hitam. Supriono ngotot meminta agar mayat anaknya bisa segera dimakamkan.

Tapi dia hanya bisa tersandar di tembok ketika menantikan surat permintaan pulang dari RSCM. Sambil memandangi mayat khaerunisa yang terbujur kaku. Hingga saat itu Muriski sang kakak yang belum mengerti kalau adiknya telah meninggal masih terus bermain sambil sesekali memegang tubuh adiknya. Pukul 16.00, akhirnya petugas RSCM mengeluarkan surat tersebut, lagi-lagi karena tidak punya uang untuk menyewa ambulans, Supriono harus berjalan kaki menggendong mayat Khaerunisa dengan kain sarung sambil menggandeng tangan Muriski.

Beberapa warga yang iba memberikan uang sekadarnya untuk ongkos perjalanan ke Bogor. Para pedagang di RSCM juga memberikan air minum kemasan untuk bekal Supriono dan Muriski di perjalanan. Psikolog Sartono Mukadis menangis mendengar cerita ini dan mengaku benar-benar terpukul dengan peristiwa yang sangat tragis tersebut karena masyarakat dan aparat pemerintah saat ini sudah tidak lagi perduli terhadap sesama.

Peristiwa itu adalah dosa masyarakat yang seharusnya kita bertanggung jawab untuk mengurus jenazah khaerunisa. Jangan bilang keluarga supriono tidak memiliki KTP atau KK atau bahkan tempat tinggal dan alamat tetap. Ini merupakan tamparan untuk bangsa Indonesia, ujarnya. Klik Bagikan agar semua orang tau betapa besarnya cinta seorang "AYAH"
— bersama Pry Wardayani dan 49 lainnya.

Laku.com (KISAH PERJUANGAN SEORANG IBU)

Kisah ini adalah kisah nyata sebuah keluarga yang sangat miskin, yang memiliki seorang anak laki-laki. Ayahnya sudah meninggal dunia, tinggalah ibu dan anak laki-lakinya untuk saling menopang. Ibunya bersusah payah seorang diri membesarkan anaknya, dan disaat itu kampung tersebut belum memiliki listrik. Saat membaca buku, sang anak tersebut diterangi sinar lampu minyak, sedangkan ibunya dengan penuh kasih menjahitkan baju untuk sang anak.

Saat memasuki musim gugur, sang anak memasuki sekolah menengah atas.Tetapi justru saat itulah ibunya menderita penyakit rematik yang parah sehingga tidak bisa lagi bekerja disawah. Saat itu setiap bulannya murid-murid diharuskan membawa tiga puluh kg beras untuk dibawa kekantin sekolah. Sang anak mengerti bahwa ibuya tidak mungkin bisa memberikan tiga puluh kg beras tersebut. Dan kemudian berkata kepada ibunya:
" Ma, saya mau berhenti sekolah dan membantu mama bekerja disawah".

Ibunya mengelus kepala anaknya dan berkata : "Kamu memiliki niat seperti itu mama sudah senang sekali tetapi kamu harus tetap sekolah. Jangan khawatir, kalau mama sudah melahirkan kamu, pasti bisa merawat dan menjaga kamu. Cepatlah pergi daftarkan kesekolah nanti berasnya mama yang akan bawa kesana".

Karena sang anak tetap bersikeras tidak mau mendaftarkan kesekolah, mamanya menampar sang anak tersebut. Dan ini adalah pertama kalinya sang anak ini dipukul oleh mamanya. Sang anak akhirnya pergi juga kesekolah. Sang ibunya terus berpikir dan merenung dalam hati sambil melihat bayangan anaknya yang pergi menjauh.

Tak berapa lama, dengan terpincang-pincang dan nafas tergesa-gesa Ibunya datang kekantin sekolah dan menurunkan sekantong beras dari bahunya. Pengawas yang bertanggung jawab menimbang beras dan membuka kantongnya dan mengambil segenggam beras lalu menimbangnya dan berkata :

"Kalian para wali murid selalu suka mengambil keuntungan kecil, kalian lihat, disini isinya campuran beras dan gabah. Jadi kalian kira kantin saya ini tempat penampungan beras campuran".
Sang ibu ini pun malu dan berkali-kali meminta maaf kepada ibu pengawas tersebut.

Awal Bulan berikutnya ibu memikul sekantong beras dan masuk kedalam kantin. Ibu pengawas seperti biasanya mengambil sekantong beras dari kantong tersebut dan melihat. Masih dengan alis yang mengerut dan berkata:

"Masih dengan beras yang sama". Pengawas itupun berpikir, apakah kemarin itu dia belum berpesan dengan Ibu ini dan kemudian berkata : "Tak perduli beras apapun yang Ibu berikan kami akan terima tapi jenisnya harus dipisah jangan dicampur bersama, kalau tidak maka beras yang dimasak tidak bisa matang sempurna. Selanjutnya kalau begini lagi, maka saya tidak bisa menerimanya".

Sang ibu sedikit takut dan berkata : "Ibu pengawas, beras dirumah kami semuanya seperti ini jadi bagaimana?"

Pengawas itu pun tidak mau tahu dan berkata : "Ibu punya berapa hektar tanah sehingga bisa menanam bermacam-macam jenis beras?"

Menerima pertanyaan seperti itu sang ibu tersebut akhirnya tidak berani berkata apa-apa lagi.

Awal bulan ketiga, sang ibu datang kembali kesekolah. Sang pengawas kembali marah besar dengan kata-kata kasar dan berkata: "Kamu sebagai mama kenapa begitu keras kepala, kenapa masih tetap membawa beras yang sama. Bawa pulang saja berasmu itu!".

Dengan berlinang air mata sang ibu pun berlutut di depan pengawas tersebut dan berkata: "Maafkan saya bu, sebenarnya beras ini saya dapat dari mengemis".

Setelah mendengar kata sang ibu, pengawas itu kaget dan tidak bisa berkata apa-apa lagi. Sang ibu tersebut akhirnya duduk diatas lantai, menggulung celananya dan memperlihatkan kakinya yang sudah mengeras dan membengkak. Sang ibu tersebut menghapus air mata dan berkata: "Saya menderita rematik stadium terakhir, bahkan untuk berjalan pun susah, apalagi untuk bercocok tanam. Anakku sangat mengerti kondisiku dan mau berhenti sekolah untuk membantuku bekerja disawah. Tapi saya melarang dan menyuruhnya bersekolah lagi." Selama ini dia tidak memberi tahu sanak saudaranya yang ada dikampung sebelah. Lebih-lebih takut melukai harga diri anaknya.

Setiap hari pagi-pagi buta dengan kantong kosong dan bantuan tongkat pergi kekampung sebelah untuk mengemis. Sampai hari sudah gelap pelan-pelan kembali kekampung sendiri. Sampai pada awal bulan semua beras yang terkumpul diserahkan kesekolah.

Pada saat sang ibu bercerita, secara tidak sadar air mata Pengawas itupun mulai mengalir, kemudian mengangkat ibu tersebut dari lantai dan berkata: "Bu sekarang saya akan melapor kepada kepala sekolah, supaya bisa diberikan sumbangan untuk keluarga ibu."

Sang ibu buru- buru menolak dan berkata: "Jangan, kalau anakku tahu ibunya pergi mengemis untuk sekolah anaknya, maka itu akan menghancurkan harga dirinya. Dan itu akan mengganggu sekolahnya. Saya sangat terharu dengan kebaikan hati ibu pengawas, tetapi tolong ibu bisa menjaga rahasia ini."

Akhirnya masalah ini diketahui juga oleh kepala sekolah. Secara diam- diam kepala sekolah membebaskan biaya sekolah dan biaya hidup anak tersebut selama tiga tahun. Setelah Tiga tahun kemudian, sang anak tersebut lulus masuk ke perguruan tinggi qing hua dengan nilai 627 point. Dihari perpisahan sekolah, kepala sekolah sengaja mengundang ibu dari anak ini duduk diatas tempat duduk utama. Ibu ini merasa aneh, begitu banyak murid yang mendapat nilai tinggi, tetapi mengapa hanya ibu ini yang diundang. Yang lebih aneh lagi disana masih terdapat tiga kantong beras.

Pengawas sekolah tersebut akhirnya maju kedepan dan menceritakan kisah sang ibu ini yang mengemis beras demi anaknya bersekolah. Kepala sekolah pun menunjukkan tiga kantong beras itu dengan penuh haru dan berkata :

"Inilah sang ibu dalam cerita tadi." Dan mempersilakan sang ibu tersebut yang sangat luar biasa untuk naik keatas mimbar.

Anak dari sang ibu tersebut dengan ragu-ragu melihat kebelakang dan melihat gurunya menuntun mamanya berjalan keatas mimbar. Sang ibu dan sang anakpun saling bertatapan. Pandangan mama yang hangat dan lembut tertuju kepada anaknya. Akhirnya sang anak pun memeluk dan merangkul erat ibunya dan berkata: "Oh Mamaku……"

Laku.com (Surat seorang bocah kepada Tuhan)

Seorang bocah yang sangat ingin melanjutkan sekolah,tetapi orangtuanya tidak mempunyai uang untuk membiayai sekolahnya. Lagipula ibunya yang sedang sakit membutuhkan biaya untuk membeli obat. Akhirnya dia memutuskan untuk menulis surat kepada Tuhan :


Kepada Yth Tuhan di Surga
Tuhan yang baik, saya mau melanjutkan sekolah, tapi orang tua saya tidak punya uang. Ibu saya juga sedang sakit, mau beli obat. Tuhan saya butuh uang Rp 20.000 utk beli obat ibu, Rp 20.000 untuk membayar uang sekolah, Rp 10.000 untuk membayar uang seragam, dan uang buku Rp 10.000. Jadi semuanya Rp 60.000
Terima kasih Tuhan, saya tunggu kiriman uangnya.
Dari: Rio

Rio pun pergi ke kantor pos untuk mengirim suratnya. Membaca tujuan surat tersebut, petugas kantor pos merasa iba melihat Rio,sehingga tidak tega utk mengembalikan suratnya. Bingung mau dikemanakan surat itu, akhirnya petugas pos itu menyerahkannya ke kantor polisi terdekat.

Membaca isi surat itu, Komandan polisi merasa iba dan tergerak hatinya utk menceritakan hal tsb kepada anak buahnya. Walhasil, para polisi pun mengumpulkan dana utk diberikan ke Rio, tetapi dana yang terkumpul Hanya Rp 55.000,-
Sang Komandan pun memasukan uang yang terkumpul ke dalam amplop,menuliskan keterangan: “Dari Tuhan di Surga” dan menyerahkan ke anak buahnya utk di kembalikan ke Rio .

Menerima uang tsb, Rio merasa sangat senang permintaannya terkabul, walaupun yang diterima hanya Rp 55.000,-. Rio pun bergegas mengambil kertas dan pensil, dan mulai menulis surat lagi.
“TUHAN LAIN KALI KALO MAU KIRIM UANG, JANGAN LEWAT POLISI, KARENA KALO LEWAT POLISI DI POTONG RP 5.000,-
Polisi: GUBRAKKKK..

Senin, 23 April 2012

CERPEN BARUKU


TERINSPIRASI DARI MAAFNYA
RASULULLAH SAW

Mengilhami dari maafnya Nabi Muhammad SAW, terkisah dari Tsumamah bin Itsal (seorang lelaki Arab dari Kabilah Al Yamamah) yang pergi ke Madinah dengan tujuan satu, yaitu membunuh Nabi Muhammad SAW. Saat perjalanannya ingin membunuh rasulullah, Umar bin Khatab telah melihat gelagat jahat dari Tsumamah, maka dengan segera Umar mengikat Tsumamah.
Ketika dalam ikatannya rasulullah melihat Tsumamah, dan berkata “Apakah ada di antara kalian yang sudah memberinya makan?seketika mendengar ucapan rasulullah, Umar menjawab “Makanan apa yang anda maksud wahai Rasulullah? Orang ini datang ke sini ingin membunuh bukan ingin masuk Islam!”. Rasulullah seolah tidak mendengar, dan berkata “Tolong ambilkan segelas susu dari rumahku, dan buka tali pengikat orang itutanpa membantah Umar langsung melaksanakan perintah Rasulullah.
Setibanya Umar mengambil susu, rasulullah meminta Tsumamah untuk meminumnya dan mengucapkan “Laa ilaha illallah”. Tsumamah menjawab tidak ingin mengucapkan kata itu, namun rasulullah mengulanginya lagi, Tsumamah tetap menjawab tidak.
Akhirnya rasulullah meminta Umar untuk membebaskan Tsumamah.
***
Begitu besar maaf rasulullah salah satunya terhadap Tsumamah, yang memang berniat jahat ingin membunuh, namun rasulullah tetap membalasnya dengan kebaikan. Begitu mulia hati rasulullah yang mengajarkan kita untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan.
Banyak terjadi di dunia ini, apalagi di zaman sekarang ini, dendam dibalas dengan darah, karena manusia tidak pernah puas hanya dengan perang mulut.
Dalam alquran tertulis: "...dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (Q.S. An-Nuur 24 :22), bagi kita mengatakan maaf adalah mudah. Tetapi, membebaskan diri dari rasa benci dan marah adalah susah.
***
Disaat usiaku genap 12 tahun, pernah terjadi permasalahan antara ibuku dan ayahku yang menyebabkan hubungan pernikahan mereka berakhir. Setelah perceraian itu, aku merasa terpukul dengan keadaan ini, aku terpaksa ditempatkan dengan situasi yang rumit, aku harus berjuang dengan ibuku untuk hidup.
Dalam perjalanan hidup kami, aku merasa benci dengan ayahku, aku berpikir “mengapa ayah harus egois dengan keinginannya, mengapa ayah tidak mengalah saja dengan pemikiran ibu, tapi ah, sudahlah…, toh semuanya telah terjadi, ayah dan ibuku telah berpisah”, aku harus tetap bertahan. Mulanya, aku membenci ayahku, begitu juga dengan ibu yang teramat sangat sakit ditinggal ayah, aku selalu teringat dengan caci maki ayah sebelum terucap kata-kata cerai dari mulut ayah.
Kami bertahan hidup, sehari-hari ibu membanting tulang demi menghidupi keluarga kecil kami dengan mengambil cucian baju dan menyetrikanya kepada tetangga-tetangga di sekitar rumah kami, maka dari itu aku juga berniat untuk membantu ibu. Sepulang sekolah, aku membantu ibu menjual koran, demi menambah penghasilan ibu. Hari-hari kami jalani hidup dengan bekerja.
***
Rasanya dongkol di hati sering muncul saat aku menjalani hidup, “alangkah kejamnya ayah terhadap ibu, alangkah teganya ayah memaksaku menjalani hidup sesulit ini”. Seringkali aku protes kepada ibu, aku marah-marah kepada ibu, namun ibu selalu menjawab dengan sabar dan senyuman yang manis.
Ibu selalu memaafkan kesalahan orang lain, pernah suatu saat tetangga mencaci maki ibu karena ibu mencuci kurang bersih dan setrikanya kurang rapi. Namun ibu menjawab dengan kata maaf dan menyetrikanya ulang. Ibu tidak pernah marah dan tidak membalas cacian itu, beberapa hari kemudian ibu itu (tetangga yang marah-marah terhadap ibu) menderita sakit kaki dan tidak ada sama sekali orang yang menolongnya, namun ibu, menolongnya dengan rasa penuh ikhlas. Akhirnya ibu tadi (majikan) memohon maaf dan berlaku baik terhadap ibu.
***
Satu hari kami mendengar ayah sakit keras dan tinggal di rumah sakit, ayah koma dan diperkirakan dokter hampir meninggal dunia. Ibu terkejut dan hampir pingsan, namun masih ada rasa benci dihatiku, aku masih ingat kata-kata kasar yang keluar dari mulut ayah, seolah menganggap ayah sebagai iblis yang kejam kepadaku. Aku tidak ingin menjenguk ayah walaupun ibu bersikukuh mengajakku ke rumah sakit.
Saat yang sama ibu menceritakan kisah Nabi Muhammad SAW dengan Tsumamah bin Itsal, awalnya aku tak mengerti dengan cerita itu, namun ibu berkata “maaf adalah surga dunia”, aku makin tidak mengerti dengan kata-kata ibu, sampai aku mengerti bahwa aku harus memaafkan ayah dan harus menemui ayah, karena ayah merasa sedih apabila aku tidak menemui ayah.
***
Akhirnya dengan titik air mata, aku memeluk dan mencium tubuh ayahku yang terbaring lemas di atas ranjang rumah sakit yang tampak lusuh dan kotor. Aku berbisik di telinga ayah, aku meminta maaf kepada ayah, aku telah memaafkan semua salah ayah. Aku meminta ayah cepat sembuh agar dapat berkumpul kembali.
Setelah beberapa hari, ayah terbaring di rumah sakit dengan di rawat ibu, ayah akhirnya dapat pulih kembali, ayah sehat, berkat izin Allah SWT, ayah kembali ke rumah dan kembali kumpul dengan keluarga kecilku.
***
Sebulan kemudian, ayah dan ibu mendatangi KUA di dekat rumah untuk berniat rujuk kembali, dalam hati kecilku berpikir, begitu cepatnya ibu memaafkan segala kesalahan ayah, yang menurutku itu adalah kejahatan yang tak termaafkan, namun dengan lapang dada ibu mengajak kembali rujuk ayah.
Di waktu senggang ibu, aku bertanya dengan ibu untuk memuaskan pertanyaan dalam benakku, dengan ramah ibu menjawab “ibu hanya mengharap ridha Allah SWT” dengan memaafkan kesalahan orang lain maka surga menanti kita. Sekarang ayah dan ibu hidup bahagia kembali bersama keluarga kecilku yang baru.
***
Terinspirasi dari kisah Tsumamah itulah aku berusaha memaafkan semua kesalahan orang lain. Karena sifat memaafkan juga terbukti baik bagi kesehatan. Penelitian membuktikan bahwa memaafkan baik bagi jiwa dan raga. Dr. Frederic Luskin memaparkan bahwa sifat pemaaf memicu terciptanya keadaan baik dalam pikiran seperti harapan, kesabaran, dan percaya diri dengan mengurangi kemarahan, penderitaan, lemah semangat, dan stres. Kemarahan kita terhadap seseorang hanya akan menimbulkan emosi negatif dalam diri kita.
Benci dan marah adalah keadaan yang merusak diri. Di sisi lain, memaafkan, meskipun terasa berat, tetapi membahagiakan. Satu bagian dari akhlak yang terpuji. Memaafkan mampu menghilangkan segala dampak merusak dari kemarahan dan membantu orang tersebut untuk menikmati hidup secara sehat. Namun, tujuan sebenarnya dari memaafkan tetaplah harus untuk mendapatkan ridha Allah swt.
"Tetapi barang siapa bersabar dan memaafkan, sungguh yang demikian itu termasuk perbuatan yang mulia." (Q.S. As-Shura 42 : 43). Mari kita belajar untuk memaafkan orang lain agar kebaikan dari Allah swt. senantiasa dilimpahkan kepada kita.

Senin, 02 April 2012

10 KEBIASAAN


1. Ketulusan
Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi.
Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura-pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya "Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak". Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.

2. Rendah Hati
Beda dgn rendah diri yg merupakan kelemahan, kerendahhatian justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang di bawahnya tidak merasa minder

3. Kesetiaan
Kesetiaan sudah menjadi barang langka & sangat tinggi harganya. Orang yg setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji, punya komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat.

4. Bersikap Positif
Orang yang bersikap positif selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan drpd keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dsb.

5. Keceriaan
Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh tapi sikap hati. Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain
6. Bertanggung Jawab
Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan.
Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya.

7. Kepercayaan Diri
Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik

8. Kebesaran Jiwa
Kebesaran jiwa dapat dilihat dr kemampuan seseorang memaafkan orang lain. Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa-masa sukar dia tetap tegar, tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.

9. Easy Going
Orang yang easy going menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah-masalah yang berada di luar kontrolnya.

10. Empaty
Empati adalah sifat yg sangat mengagumkan. Orang yg berempati bukan saja pendengar yang baik tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain

CERPEN YANG MENGANTARKANKU KE APRESDA BOGOR


AKU BENCI LELAKI
Oleh: L457RI


Orang bilang cinta itu indah, menurutku tidak! Aku berharap ada mukjizat dari Tuhan yang dapat merubah sifat dan pandanganku terhadap lelaki.
Aku tahu hati ini sulit kuubah, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Yang namanya patah hati sulit untuk diluruskan kembali. Apalagi patah hati karena cinta, aku rasa sangat sulit untuk menghapus luka itu. Berikut ini begitu banyak cerita cinta yang aku alami, mulai dari anak ingusan sampai dewasa, bagiku semuanya menyakitkan dan menyedihkan. Banyak orang bilang mungkin aku kena kutukan cinta 3 bulan, awalnya aku tidak percaya, setelah dipikir-pikir, ada benarnya juga sih, buktinya tiap aku pacaran tidak pernah bertahan lama.
Cinta pertama aku alami dengan teman satu sekolah. Waktu aku duduk di kelas II SMP. Dia begitu tampan, menarik, disukai oleh semua teman wanitaku, Firman namanya. Firman terkenal seorang lelaki yang pendiam, tidak banyak tingkah, jarang bergaul. Tampaknya hal itu tidak menjadi penghalang para kaum wanita untuk menjadikannya sebagai seorang kekasih. Namun dibalik semuanya itu ternyata Firman seorang lelaki yang angkuh, kebiasaannya menyendiri membuat ia jarang didekati teman satu kelasnya. Setiap wanita yang ingin mendekatinya, Firman hanya memberikan jawaban yang cetus, yang membuat orang lain merasa tidak nyaman berada di dekatnya.
Pagi itu, aku melihat Firman duduk sendirian di sudut sekolah, perlahan tapi pasti aku mendekatinya.
“Met pagi!” aku menyapanya dengan ramah
”Sendirian?” Lanjutku
”La iyalah, masak bertiga, gak masuk akal kan?, kamu bodoh sekali sih” secara bertubi-tubi kata-kata itu Firman keluarkan dari mulutnya.
”Lagi baca apa nih?” aku tetap melemah dan mencoba mengalah, walaupun sebenarnya aku merasa kesal dengan jawabannya yang begitu cetus, karena saat inilah waktu yang tepat untuk melaksanakan misiku untuk mengetahui siapa sebenarnya Firman yang terkenal angkuh.
”Woi ini buku pelajaran, dodol. Udah ah, kalau memang situ gak ada yang penting untuk dibicarakan mending menjauh deh, ganggu konsentrasiku saja” jawabannya makin cetus.
”Hu..h, rasanya semakin menjemukan deh, mendekati lelaki yang memang tidak kenal betapa halusnya perasaan cewek” pikirku dalam hati. Namun sosok Firman membuat misiku makin bulat untuk mencari sifat lembut dari Firman. Usut punya usut, ternyata Firman seorang yang broken home, ayah dan ibunya sibuk dengan urusan kantor. Di rumah Firman hanya berdua dengan pengasuhnya yang setia menjaganya.
Begitu banyak hal aku lakukan untuk menarik perhatiannya, akhirnya aku berhasil merubah Firman dan mendapatkan cintanya Firman, termasuk juga cinta dan perhatian yang tiada pernah aku rasakan selama ini. Namun sifat Firman tersebut tidak bertahan lama, sifat buruknya terlihat kembali dan dia kembali dingin terhadap orang lain termasuk juga terhadap aku, mungkin pengaruh lingkungan dan keluarganya.
Selama tiga bulan hal indah itu aku alami dengan Firman. Selanjutnya aku mendapatkan teman lelaki lagi, Budi namanya. Budi memang tidak setampan Firman, namun Budi orang yang sangat cerdas itu yang membuat aku kagum terhadap dia dan menjadikan dia menempati tempat khusus di hatiku seperti yang ditempati Firman waktu itu.
Namun tiga bulan dari perkenalan itu, cintaku kandas di tengah jalan, dua minggu dari pepisahanku dengan Budi aku berkenalan dengan Andi. Sosok Andi memang terkenal playboy di sekolah, tapi yang namanya cinta biasanya tidak pandang bulu, aku tetap mencintai Andi, namun cintaku kandas lagi.
Sampai kelas II SMA aku tidak ingin lagi mengenal lelaki dari segi cinta, aku menganggap semua lelaki brengsek. Sampai aku duduk di kelas III SMA, sebuah kejadian lucu yang mengajak dan memaksa aku untuk mengenal lelaki, saat itu ada tiga lelaki yang memperebutkan aku, dan aku mendengar mereka bertiga sempat perang mulut hanya karena memperebutkan aku, saat itu aku banggsa dengan diriku, karena ada tiga lelaki yang memperebutkan aku pada saat yang bersamaan, yaitu Wahyu, Wisnu, dan Tegar. Akhirnya, karena aku sudah merasa sering dikecewakan lelaki, aku berniat untuk mempermainkan mereka dengan menjadikan mereka bertiga sebagai pacar aku sekaligus, tanpa menyakiti satu sama lain, menurutku waktu bisa diatur, setiap aku berpacaran dengan Wahyu, Wisnu dan Tegar tidak akan mengetahuinya. Begitupun sebaliknya.
Ternyata yang namanya wanita, tetap lemah. Menurutku seorang wanita selalu menjadi korban lelaki dalam hal cinta. Aku merasa diriku sudah hebat karena mampu mempunyai tiga pacar sekaligus dalam satu sekolah, ternyata dibalik rayuan-rayuan gombal mereka yang indah mereka memang pendusta.
Pagi itu Rani bercerita kepadaku bahwa dia melihat Wahyu sedang jalan berdua di taman kemarin sore dengan Ayu, aku tidak percaya. Siang harinya aku bertemua Sinta dan menceritakan bahwa pernah melihat Wisnu makan berdua  dengan Santi, dan yang lebih parah lagi dari Mulia bahwa Tegar kepergok sedang ciuman di belakang WC sekolah dengan Ana. Aku sangat kecewa dan sekaligus sedih.
Kali ini penilaian ku tidak salah tentang lelaki, mulai saat itu aku bersumpah tidak mau mempermainkan lelaki, apalagi mengenal cintanya lelaki, aku menilai semua lelaki pendusta.  
Genap enam tahun aku menjomblo, begitu banyak lelaki yang kukenal namun hanya sebatas teman, aku tidak ingin mempermainkan hati ku lagi. Menurutku cinta hanya sebuah penyiksaan hati, sebuah pengorbanan perasaan dan tidak akan ada kebahagiaan yang menghiasi cinta itu.
Namun malam itu, pandangan pertamaku kepada Fredy, ibarat api yang mencairkan gunung es ku. Fredy hadir dalam jomblo sejatiku, namun pendirianku kepada lelaki tidak akan pernah berubah. Memang Fredy menghiasi hari-hariku, namun dibelakang Fredy aku menjalin cinta dengan yang lain, dan yang lain. Intinya untuk saat ini aku tidak ingin terikat, tidak ingin menjalin hubungan yang serius, tidak ingin mengenal cinta lagi.

***

Soal UTS Genap B. Ind X

klik disini

Minggu, 01 April 2012

Tugas Remidial Tambahan

Tugas untuk remidial sesi (daftar nama yang terlampir Tugas Remidial Tambahan)
ini adalah.....
menulis ulang soal ulangan tengah semester genap tahun pelajaran 2011/2012 di kertas dobel folio beserta jawaban dan pembahasannya....
paling lambat tanggal 5 April 2012, beserta tugas Dram.